Klise? Betul. Sangat klise, karena kata-kata seperti itu adalah quote yang sangat disukai motivator untuk membangkitkan semangat kita.
“Ayo berubah….Kita pasti bisa berubah menjadi lebih baik….dan seterusnya saya yakin, teman2 bloger tau jauh lebih banyak kata-kata penyemangat itu.
Jika dimisalkan ada tiga golongan responden yang hadir:
1. Mendengarkan dan menjalankan nasehat dengan disiplin.
2. Mendengarkan, menjalankan nasehat dengan pengecualian: kadang-kadang lupa.
3. Mendengarkan tapi tidak mau menjalankan
Tentu hasil dari tiga golongan diatas dapat kita lihat hasilnya dari keseharian, saya yakin contoh ini dapat kita temui sehari-hari.
Dan memang betul, hanya yang mau mendengarkan kata-kata motivator itu, yang berubah. Hanya yang mendengarkan dan menjalankannya lah yang memanen hasil kebaikan.
Dari seminggu yang lalu, saya putuskan, kalimat pertama setelah do’a bangun tidur yang saya ucapkan adalah “Hari ini saya akan mendahulukan syukur”, begitu kata-kata om Mario Teguh yang saya kutip. Tapi setelah dua hari berlalu, pagi yang ketiga setelah saya berjanji, saya lupa. Wajar? wajar, karena manusia tak luput dari lupa. Tapi apa itu bisa dijadikan pembenaran. Tidak. Karena disitulah letak jalan menuju sempurna, hari itu seharusnya saya minta maaf kerena mendzolimi diri sendiri. Seharusnya…..
Orang yang melakukan itu pastilah pribadi terbaik (Golongan I). Walaupun mungkin saya tak sebaik itu (saya berharap pembaca jauh lebih baik). Tapi setidaknya pagi keempat saya mencoba kembali menepati janji. Itu sedikit cerita tentang yang mau mendengarkan dan menjalankan perbaikan (yang mau berubah) maka ia menjadi pribadi yang berubah menjadi lebih baik.
Tapi bagaimana dengan sahabat, rekan, atau anak didik kita menjadi kemungkinan ke-tiga. Ini yang sangat mengusik saya, apa yang harus kita lakukan. Jika kebetulan jenis responden ke-tiga ini adalah orang-orang yang kita sayangi, orang-orang terdekat kita, saudara atau anak mungkin.
Apa yang bisa kita lakukan?
Jika kita sudah mencoba memberikan nasehat, bimbingan atau bentuk motivasi lainnya. Jika rasanya contoh pun sudah kita berikan.
Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?
Recent Comments